Presiden Donald Trump kembali memicu kontroversi dengan mengeklaim Selat Hormuz sebagai bagian wilayah baru AS di tengah perang yang masih memanas dengan Iran.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pada 3 Maret 2026.(Dok. AP/Mark Schiefelbein)
Laporan AS mengungkap alasan China maju pesat dalam pengembangan AI dan teknologi canggih.